Beranda>Berita Terbaru
Seminar Paskah Jemaat POUK Moria: Integrasi Teologi dan Pemulihan Mental
[INFORASI PUBLIK]
Beranda>Berita Terbaru
Seminar Paskah Jemaat POUK Moria: Integrasi Teologi dan Pemulihan Mental
[INFORASI PUBLIK]
KUTIM (HUMAS) - Dalam rangkaian perayaan Paskah Tahun 2026, Jemaat POUK Moria PT. Etam Bersama Lestari (EBL) Ds. Pelawan Sangkulirang menggelar Seminar Paskah di Pantai Jepu-jepu Kecamatan Kaliorang pada hari Sabtu, 4 April 2026 dari jam 19.10 s.d 21.10; di mana acara ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Victor A. J. Pattiwael, S.Th dari SMAN 1 Sangatta Selatan pada sesi pertama, serta Pengawas Ahli Madya Kementerian Agama Kabupaten Kutai Timur, Rustina Mega Noveny, S.Th., M.Pd pada sesi kedua. Kehadiran Rustina sebagai narasumber tidak hanya memperkaya wawasan jemaat, tetapi juga menjadi bagian dari pencapaian kinerja dalam SKP Tahun 2026, khususnya pada RHK 5 yang menekankan peningkatan layanan informasi pendidikan yang informatif, edukatif, dan inspiratif melalui pelayanan lintas sektoral.
Dalam sesi kedua, Rustina Mega Noveny membawakan materi yang mengintegrasikan TULIP dalam teologi dengan makna Paskah sebagai fondasi pemulihan batin dan kesehatan mental jemaat. Ia menekankan bahwa kebangkitan Kristus bukan sekadar peristiwa iman, melainkan juga sumber pengharapan yang mampu mengatasi ketakutan, krisis identitas, dan luka batin. Dengan pendekatan yang kontekstual, Rustina mengajak jemaat untuk melihat karya salib sebagai jalan menuju pemulihan psikologis dan spiritual, sehingga iman tidak hanya menjadi keyakinan abstrak, tetapi juga kekuatan nyata dalam menghadapi pergumulan hidup.
Rustina menyoroti setiap poin TULIP dengan aplikasi mental yang relevan bagi jemaat. Misalnya, pada aspek Total Depravity, ia menekankan kesadaran akan realitas luka dan kebutuhan akan pertolongan Roh Kudus. Pada Unconditional Election, jemaat diajak untuk memulihkan identitas sebagai ciptaan baru, lepas dari trauma masa lalu. Sementara itu, Limited Atonement dipahami sebagai karya Kristus yang menyembuhkan luka batin dan rasa bersalah. Dengan bahasa yang sederhana namun mendalam, Rustina berhasil menjembatani teologi klasik dengan kebutuhan praktis jemaat masa kini.
Seminar ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan lintas sektoral dapat menghadirkan informasi pendidikan yang inspiratif dan relevan. Melalui integrasi teologi dan psikologi, Rustina Mega Noveny menegaskan bahwa kebangkitan Kristus adalah fondasi kesehatan mental jemaat. Kehadiran beliau sebagai narasumber tidak hanya memperkuat makna Paskah, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan rohani yang berdampak luas bagi masyarakat. Dengan demikian, Seminar Paskah Jemaat POUK Moria tahun ini bukan sekadar perayaan liturgis, melainkan momentum pembaharuan iman dan pemulihan batin yang menyentuh aspek spiritual sekaligus psikologis.Ra