Beranda>Berita Terbaru
Membangun Pembelajaran PABP Kristen yang Ramah dan Berpihak pada Semua Murid melalui Pendidikan Inklusif
[INFORASI PUBLIK]
Beranda>Berita Terbaru
Membangun Pembelajaran PABP Kristen yang Ramah dan Berpihak pada Semua Murid melalui Pendidikan Inklusif
[INFORASI PUBLIK]
KUTIM HUMAS - Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Kristen (KKG PAK) Kutai Timur bersama Komunitas Christian Education 4.0 Indonesia dan NLP (Neuro-Linguistic Programming) Fajar Pengharapan East Kutai menginisiasi Pelatihan Online Mandiri (POM) Pendidikan Inklusif dalam Pembelajaran PABP Kristen yang dilaksanakan pada 2–19 Juni 2026 dengan beban belajar 32 Jam Pelajaran (JP). Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Kristen dalam menghadirkan pembelajaran yang menghargai keberagaman, ramah terhadap seluruh peserta didik, serta mampu menjawab kebutuhan pendidikan inklusif di sekolah. Pelatihan dilaksanakan secara daring dengan kombinasi pembelajaran sinkronus dan asinkronus yang memberikan fleksibilitas bagi peserta dari berbagai wilayah untuk belajar secara mandiri namun tetap terarah (terdaftar selain anggota KKG PAK Kutai Timur, ada 65 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia mulai dari Sumatera Utara, Riau, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku, NTT dan Papua).
Sebagai bentuk penguatan kualitas akademik dan praktik lapangan, kegiatan ini didampingi oleh Pengawas Ahli Madya Kementerian Agama Kabupaten Kutai Timur, Rustina Mega Noveny, S.Th., M.Pd., C.NNLP, yang berperan sebagai pendamping KKG PAK Kutai Timur. Dalam pelaksanaannya, beliau berkolaborasi sebagai coach tandem bersama Mariana Anastasia B., S.Pd., guru dari SLBN Kutai Timur yang memiliki pengalaman dalam pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Sinergi antara pengawas pendidikan, komunitas pembelajaran, dan praktisi pendidikan khusus menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan materi yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga aplikatif sesuai kebutuhan sekolah inklusif masa kini.
Pelatihan ini disusun secara sistematis melalui 14 sesi pembelajaran, dimulai dari Orientasi dan Kontrak Belajar, pemahaman dasar pendidikan inklusif, landasan teologis inklusif dalam PAK dan Budi Pekerti, regulasi pendidikan inklusif, hingga pengenalan ragam kebutuhan khusus peserta didik. Peserta juga dibekali kemampuan melakukan identifikasi dan asesmen awal, menerapkan strategi diferensiasi pembelajaran, menyusun RPP inklusif, mengembangkan bahan ajar aksesibel, memanfaatkan media dan teknologi pendukung, melaksanakan asesmen berdiferensiasi, membangun kolaborasi dengan orang tua dan guru pendamping khusus, serta mengembangkan budaya kelas yang inklusif dan penuh kasih. Rangkaian kegiatan ditutup dengan presentasi proyek akhir dan peer review sebagai bentuk refleksi sekaligus unjuk karya peserta.
Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan semakin mampu mewujudkan pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Kristen yang berpihak pada semua murid tanpa terkecuali. Semangat inklusif yang dibangun selama proses pembelajaran menjadi wujud nyata nilai-nilai Kristiani yang menghargai martabat setiap manusia sebagai ciptaan Tuhan yang berharga. Dengan mengusung tema “Membangun Pembelajaran PAK & BP yang Ramah, Berdiferensiasi, dan Berpihak pada Semua Murid,” kegiatan ini menjadi langkah strategis KKG PAK Kutai Timur, Komunitas Christian Education 4.0 Indonesia, dan NLP Fajar Pengharapan East Kutai dalam mendukung transformasi pendidikan yang lebih adil, humanis, dan berkelanjutan bagi seluruh peserta didik.(Ra)