Beranda>Berita Terbaru
Kepala PKUB Kemenag RI Turun Gunung Rawat Kerukunan Umat Kutai Timur
[INFORASI PUBLIK]
Beranda>Berita Terbaru
[INFORASI PUBLIK]
Dokumentasi Kegiatan Kepala PKUB Rawat Kerukunan
KUTIM HUMAS - Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam merawat keharmonisan umat beragama hingga ke level daerah. Hal ini dibuktikan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) FKUB Kutai Timur di Meeting Lounge Hotel Royal Victoria pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Kanwil Kemenag Kaltim serta Kepala Kantor Kemenag Kutim yang diwakili oleh Kasi Pendidikan Islam, H. Sofiansyah, S.Ag., M.H. Kolaborasi kehadiran antara perwakilan pusat dan wilayah ini menjadi bukti nyata keseriusan negara dalam merawat kerukunan.
Hadir sebagai pemateri utama adalah Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag RI, H. M. Adib Abdushomad, M.Ag., M.Ed., Ph.D. Dalam pemaparannya, tokoh yang akrab disapa Gus Adib ini memberikan apresiasi tinggi terhadap pembinaan toleransi di wilayah Kutai Timur. Ia memuji langkah progresif FKUB Kutim yang ternyata telah memiliki kepengurusan hingga ke tingkat kecamatan. Bahkan, inisiatif bupati setempat dalam menggelorakan kerukunan hingga ke level Rukun Tetangga (RT) juga mendapat sorotan positif dari beliau.
Mengingat perkembangan era digital, Gus Adib menekankan pentingnya ruang perjumpaan tatap muka antarumat beragama. Komunikasi langsung dari hati ke hati dinilai sangat krusial untuk menangkal narasi negatif yang kerap muncul di dunia maya. "Saya menyambut baik karena memang kebersamaan, ruang perjumpaan antarumat beragama itu sangat penting di tengah-tengah sekarang ini kan di era IoT," ungkap Gus Adib. Pertemuan fisik ini diyakini mampu mencegah potensi gangguan atau kegaduhan di media sosial akibat realitas maya yang kerap menipu.
Kepala PKUB bersama jajaran pengurus FKUB Kab. Kutai Timur
Menanggapi tantangan kondisi geografis Kutai Timur yang begitu luas, Kemenag RI turut mendorong pemanfaatan teknologi secara positif. Salah satu inovasi yang disorot untuk mempermudah koordinasi lintas wilayah adalah pemanfaatan aplikasi Early Warning System (EWS) Si-Rukun. Terkait hal tersebut, Gus Adib menjelaskan, "...dengan kondisi geografis, tadi saya sampaikan ada namanya EWS Si-Rukun, early warning system, deteksi dini untuk Indonesia rukun." Meskipun ketersediaan sinyal di wilayah pegunungan masih menjadi tantangan, sistem daring ini diyakini akan sangat membantu tugas FKUB ke depannya.
Lebih lanjut, Kepala PKUB Kemenag RI menitipkan pesan khusus kepada kelompok generasi muda di daerah tersebut. Anak muda didorong untuk melek literasi digital agar tidak mudah termakan isu hoaks dan ujaran kebencian. "Jadilah pemuda yang nantinya bisa menjadi duta kerukunan," tegas Gus Adib memotivasi para generasi penerus. Ia juga berpesan agar para pemuda disiplin menerapkan prinsip menyaring informasi sebelum membagikannya (saring sebelum sharing) di berbagai platform media sosial.
Sebagai penutup, peraih gelar doktoral tersebut mengingatkan bahwa merawat keharmonisan bangsa di era kiwari adalah tugas yang menantang. Menjaga kerukunan di tengah gempuran informasi dinilai sama beratnya dengan perjuangan para founding fathers saat merebut kemerdekaan. "Dan jangan pernah lelah, letih, dan lengah untuk mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkas Gus Adib. Kehadiran sinergis jajaran Kemenag RI di daerah ini diharapkan mampu menyuntikkan semangat persatuan bagi seluruh masyarakat Kutai Timur. (Iqb)