Beranda>Berita Terbaru
Melalui BRUS, KUA Rantau Pulung Siapkan Generasi Emas dari Bangku Sekolah
[INFORASI PUBLIK]
Beranda>Berita Terbaru
Melalui BRUS, KUA Rantau Pulung Siapkan Generasi Emas dari Bangku Sekolah
[INFORASI PUBLIK]
KUTIM (HUMAS) - Ada yang tumbuh lebih dari sekadar pengetahuan di ruang kelas SMK Negeri 1 Rantau Pulung pada Kamis (23/4/2026). Sebanyak 73 siswa kelas XII mengikuti Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang digelar Kantor Urusan Agama Kecamatan Rantau Pulung bekerja sama dengan pihak sekolah, sebagai ikhtiar bersama membekali remaja menghadapi masa depan.
Mengusung tema “Remaja Berkarakter, Cerdas, dan Berintegritas Menuju Generasi Emas,” kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum penyuluhan, tetapi ruang dialog yang menanamkan nilai, wawasan, dan orientasi hidup bagi generasi muda. Sinergi antara KUA dan sekolah menjadi bagian penting dalam menghadirkan pembinaan yang lebih dekat dengan kebutuhan remaja.
Di hadapan peserta, Kepala KUA Rantau Pulung, Imam Ghozali, S.H.I., M.H. bersama Penyuluh Agama Islam Kamaruddin, S.H., mengangkat dua tema mendasar yang kerap menentukan arah perjalanan remaja: menjaga kesehatan fisik dan mental, serta kemampuan mengelola diri.
Para siswa diajak memahami bahwa menjadi remaja sehat bukan hanya soal tubuh yang bugar, tetapi juga pikiran yang jernih, emosi yang terarah, dan keputusan yang bertanggung jawab. Melalui materi pengelolaan diri, peserta juga didorong berani merancang masa depan, membangun integritas, dan menjauhi perilaku berisiko yang dapat menghambat cita-cita mereka.
Kepala KUA Rantau Pulung, Imam Ghozali, menyampaikan harapannya agar melalui kegiatan BRUS para siswa dapat memahami pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental serta mampu mengelola diri dengan baik. Remaja diharapkan menjadi generasi yang berkarakter, cerdas, berintegritas, dan memiliki perencanaan masa depan yang jelas.
“Melalui BRUS ini, kami berharap para siswa menjadi remaja berkarakter, cerdas, berintegritas, mampu mengelola diri dengan baik, serta siap membangun keluarga yang berkualitas di masa mendatang,” ujar Imam Ghozali.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Diskusi mengalir, pertanyaan muncul, dan peserta terlibat aktif menyampaikan pandangan mereka. Dari ruang kelas itu, BRUS terasa bukan sebagai ceramah satu arah, melainkan percakapan tentang harapan dan masa depan.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kutai Timur, Akhmad Berkati, S.H.I., M.H., yang menilai kolaborasi KUA dan sekolah dalam BRUS merupakan langkah strategis membangun generasi muda yang tangguh dan berdaya saing. Program ini dinilai sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat pembinaan remaja, ketahanan keluarga, dan pembangunan sumber daya manusia.
Hal senada disampaikan Kasi Bimas Islam, H. Sarifuddin Nuur, S.Ag., M.H., yang menilai BRUS menjadi ruang strategis membangun ketahanan diri remaja sekaligus menanamkan kesiapan menuju kehidupan berkeluarga yang berkualitas. Pembinaan seperti ini, menurutnya, penting diperluas sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi emas yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.
Kemenag Kabupaten Kutai Timur terus mendorong penguatan pembinaan remaja di berbagai wilayah di Kutai Timur melalui sinergi KUA, sekolah, penyuluh agama, dan para pemangku kepentingan. Komitmen ini diarahkan untuk menghadirkan ruang-ruang pembinaan yang membentuk remaja Kutai Timur menjadi generasi yang religius, tangguh, moderat, dan siap menyongsong Indonesia Emas. Bagi Kementerian Agama, pembinaan remaja bukan sekadar program, melainkan investasi peradaban untuk menyiapkan masa depan daerah dan bangsa.Ra