Beranda>Berita Terbaru
Bersama dalam Salat Istisqa’, Ribuan Jamaah Kutai Timur Memohon Turunnya Hujan
[INFORMASI PUBLIK]
Beranda>Berita Terbaru
[INFORMASI PUBLIK]
Suasana Salat Istisqa' dan Doa Bersama di Halaman Kantor Bupati Kutai Timur. Foto: Humas Kemenag Kutim
KUTIM HUMAS - Harapan akan turunnya hujan menyatukan ribuan jamaah di Halaman Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim), Bukit Pelangi, Sangatta, Rabu (9/9/2026). Sejak pagi, masyarakat dari berbagai lapisan hadir dan bersama-sama menunaikan Salat Istisqa’ serta memanjatkan doa dalam suasana khidmat. Di tengah kemarau yang berdampak pada kekeringan dan terbatasnya ketersediaan air di sejumlah wilayah, Salat Istisqa’ menjadi ikhtiar lahir dan batin untuk memohon rahmat Allah SWT agar hujan segera diturunkan.
Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, S.E., M.Si., dalam sambutannya mengajak masyarakat menjadikan kondisi kemarau sebagai momentum untuk bermuhasabah dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia juga mengingatkan kandungan Surah Asy-Syura ayat 28 tentang rahmat Allah SWT yang diturunkan setelah manusia berada dalam keadaan berputus asa.
“Salat Istisqa’ ini menjadi bentuk kerendahan hati kita di hadapan Allah SWT sekaligus ikhtiar bersama memohon agar hujan segera diturunkan,” ujar Mahyunadi.
Selain berdampak pada ketersediaan air, kondisi kemarau juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, masyarakat diingatkan untuk menggunakan air secara bijak serta turut menjaga lingkungan.
Salat Istisqa’ dipimpin Ustaz Jamaluddin Salman sebagai imam, sedangkan khutbah disampaikan Ustaz Hamdan Asrofi, M.H.I. Ribuan jamaah mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk, kemudian melanjutkannya dengan doa bersama.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kutai Timur, Akhmad Berkati, S.H.I., M.H., bersama jajaran dan seluruh pegawai turut hadir dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan Kemenag Kutim menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan kehidupan keagamaan sekaligus upaya bersama mendampingi masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau.
“Semoga doa ini menjadi jalan turunnya rahmat Allah SWT dan hujan yang membawa keberkahan bagi Kutai Timur,” ujar Akhmad Berkati.
Doa bersama menutup rangkaian Salat Istisqa’ dalam suasana penuh kekhusyukan. Di tengah kemarau, ribuan jamaah menyatukan harapan agar hujan segera turun, kebutuhan air masyarakat tercukupi, serta Kutai Timur dijauhkan dari dampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.
Melalui Salat Istisqa’, Kemenag Kutim mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar lahir dan batin, memperbanyak amal kebaikan, serta menjaga dan menggunakan air secara bijak. Sebab, menghadapi kemarau bukan hanya tentang menanti hujan, tetapi juga tentang merawat ikhtiar bersama. (ra)