Beranda>Berita Terbaru
Pendampingan Pengawas Madya Rustina Mega Noveny dalam Workshop Mandiri FGPAK Watelkong: Menggagas Perangkat Ajar PABP dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam
[INFORMASI PUBLIK]
Beranda>Berita Terbaru
Pendampingan Pengawas Madya Rustina Mega Noveny dalam Workshop Mandiri FGPAK Watelkong: Menggagas Perangkat Ajar PABP dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam
[INFORMASI PUBLIK]
Workshop Mandiri Forum GPAK Wilayah Kerja Watelkong (Ma. Wahau, Kongbeng, dan Telen) yang diselenggarakan pada 22–23 Agustus 2025 di SMKN 1 Kongbeng berlangsung penuh semangat kolaboratif. Acara yang mengusung tema “Penyusunan Perangkat Ajar Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PABP) dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam Tahun Ajaran 2025/2026” ini dibuka oleh Wakil Kepala Kurikulum SMKN 1 Kongbeng. Dalam sambutannya, ia menyampaikan dukungan penuh atas kegiatan yang melibatkan 27 guru Pendidikan Agama Kristen (GPAK) dari tiga kecamatan dan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK, sebagai langkah penting menuju peningkatan mutu pembelajaran yang kontekstual, reflektif, dan aplikatif.
Hari pertama workshop diisi dengan pendampingan intensif dari Pengawas Madya Kemenag Kutai Timur, Rustina Mega Noveny, S.Th., M.Pd., yang juga seorang praktisi Neuro Linguistic Programming (NLP). Melalui sesi onsite, para peserta diarahkan menyusun perangkat ajar yang mengintegrasikan prinsip Pembelajaran Mendalam (mindful, meaningful, dan joyful) dalam mata pelajaran PABP. Konsep ini dipandang sebagai jawaban atas tantangan pendidikan masa kini, seperti krisis literasi dan numerasi, sekaligus sebagai bekal menyongsong generasi emas Indonesia 2045.
Pada hari kedua, kegiatan berlanjut secara online melalui Zoom dan menghadirkan peserta yang lebih luas dari Komunitas Belajar (Kombel) Christian Education 4.0 Indonesia. Para guru dari berbagai daerah, termasuk Sangatta Utara, Long Mesangat, Muara Ancalong, Tenggarong, Depok, Kupang, Sulawesi Barat, dan Papua turut bergabung. Dalam sesi ini, Rustina Mega Noveny memberikan materi tentang penerapan NLP dalam dunia pendidikan, khususnya bagaimana teknik NLP dapat membantu peserta didik yang mengalami kecanduan gadget. Sesi ini menjadi refleksi bersama bahwa teknologi perlu diposisikan bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai media pembelajaran yang dapat dikelola secara sehat dan produktif.
Puncak kegiatan ditandai dengan presentasi para peserta mengenai perangkat ajar yang mereka rancang. Karya-karya tersebut menunjukkan inovasi guru dalam menghubungkan Firman Tuhan dengan kehidupan nyata peserta didik, baik melalui proyek sosial, refleksi iman, maupun aksi pelayanan kasih. Kegiatan ini ditutup dengan pesan kuat bahwa Pembelajaran Mendalam dalam PABP bukan sekadar strategi pedagogis, tetapi juga jalan transformasi yang membentuk generasi beriman, kritis, kreatif, dan peduli sesama. Workshop ini menjadi bukti nyata sinergi antara pengawas, guru, dan komunitas pendidikan untuk menghadirkan PAK yang hidup, mendalam, dan transformatif.