Beranda>Berita Terbaru
Dari Kutai Timur Untuk Indonesia: Menguatkan Identitas Kristen Generasi Z dan Alpha detengah Arus Globalisasi
[INFORMASI PUBLIK]
Beranda>Berita Terbaru
Dari Kutai Timur Untuk Indonesia: Menguatkan Identitas Kristen Generasi Z dan Alpha detengah Arus Globalisasi
[INFORMASI PUBLIK]
KUTIM (HUMAS) - Pemaparan reflektif dan kontekstual disampaikan oleh narasumber dari Kementerian Agama Kabupaten Kutai Timur, Pengawas Pendidikan Agama Kristen Ahli Madya, Rustina Mega Noveny, S.Th., M.Pd., dalam webinar nasional bertema “Menguatkan Identitas Kristen di Tengah Arus Globalisasi dan Krisis Identitas Generasi Z & Alpha.” Melalui pendekatan edukatif berbasis integrasi iman, psikologi, dan pendidikan, narasumber mengulas penerapan Neuro-Linguistic Programming (NLP) dan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) secara non-terapi untuk menolong generasi Z dan Alpha membangun cara pandang diri yang sehat, percaya diri, dan berakar pada identitas Kristen sebagai Imago Dei di tengah tantangan era global, digital, hingga wacana transhumanisme.
Diskusi berkembang dinamis ketika peserta mengajukan berbagai pertanyaan kritis, mulai dari praktik penerapan NLP dan CBT di lingkungan sekolah, pendampingan generasi Z dan Alpha yang mengalami krisis identitas dan ketidakpercayaan diri, hingga refleksi teologis tentang identitas manusia di era global dan quantum. Suasana tanya jawab berlangsung hangat, dialogis, dan menyenangkan, mencerminkan kebutuhan nyata dunia pendidikan dan gereja akan pendekatan yang relevan serta membumi. Peserta mengaku memperoleh perspektif baru yang aplikatif sekaligus memperkaya pemahaman iman dalam konteks pendidikan.
Kegiatan webinar nasional ini diawali dengan pembukaan oleh Dekan FAK-PAK Universitas Kristen Immanuel (UKRIM) Yogyakarta, Evi Tobeli, M.Pd.K., yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam merespons krisis identitas generasi muda. Antusiasme peserta tercermin dari data pendaftaran Google Form sebanyak 136 orang, dengan 95 peserta yang hadir aktif dari 10 provinsi di Indonesia. Peserta berasal dari beragam latar belakang, meliputi mahasiswa, dosen, guru Pendidikan Agama Kristen, Pengawas PAK, praktisi pendidikan, hingga rohaniawan gereja, yang memperkaya sudut pandang dan kedalaman diskusi.
Webinar ini menjadi bukti nyata sinergi nasional lintas sektoral antara Universitas Kristen Immanuel Yogyakarta dan Kementerian Agama Kabupaten Kutai Timur. Kolaborasi ini tidak hanya mempertemukan akademisi dan praktisi, tetapi juga menghadirkan ruang refleksi bersama untuk memperkuat peran pendidikan, keluarga, dan gereja dalam membentuk identitas Kristen generasi Z dan Alpha yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan iman yang kokoh.(Ra)