Beranda>Berita Terbaru
Perkuat Kerukunan dan Toleransi, Kemenag Kutim Gelar Dialog Tokoh Agama Islam di Sangatta Utara
[INFORASI PUBLIK]
Beranda>Berita Terbaru
Perkuat Kerukunan dan Toleransi, Kemenag Kutim Gelar Dialog Tokoh Agama Islam di Sangatta Utara
[INFORASI PUBLIK]
KUTIM HUMAS - Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sangatta Utara menggelar Dialog Kerukunan Agama Islam bagi tokoh agama wilayah Kecamatan Sangatta Utara pada Selasa, (19/05/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula KUA Kecamatan Sangatta Utara tersebut diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri dari sebagian pengurus masjid se-Sangatta Utara dan perwakilan tokoh agama Islam.
Dialog ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan jaminan beragama, toleransi, serta cinta kemanusiaan melalui penguatan komunikasi dan sinergi antar tokoh agama Islam di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi langkah preventif dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan kerukunan umat beragama.
Hadir sebagai narasumber, Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam Kantor Kemenag Kutim, H. Sarifuddin Nuur, S.Ag, M.H. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Ada tiga pilar penting dalam kerukunan umat beragama, yaitu menjaga kerukunan di internal umat Islam sendiri, menjaga kerukunan antar umat beragama, serta menjaga hubungan baik antara umat beragama dengan pemerintah,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh tokoh agama dan pengurus masjid untuk terus menjaga persatuan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap paham atau ajaran yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam yang damai dan moderat. Menurutnya, masjid dan musala tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang komunikasi dan silaturahmi dalam memperkuat toleransi serta mencegah potensi konflik sejak dini di tengah masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan Early Warning System (EWS) Kementerian Agama sebagai upaya deteksi dan pencegahan dini terhadap potensi gangguan kerukunan umat beragama di masyarakat. Melalui dialog dan komunikasi yang konstruktif, para tokoh agama diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas wilayah, menyampaikan informasi secara bijak, serta membangun kehidupan beragama yang damai dan harmonis.
Selain itu, peserta juga diajak memperkuat pemahaman ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin sejalan dengan penguatan moderasi beragama yang terus digaungkan Kementerian Agama sebagai ikhtiar menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kutim menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang dialog yang menyejukkan guna memperkuat harmoni sosial serta membangun kehidupan masyarakat yang damai, toleran, dan saling menghormati. Dialog kerukunan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan semangat kebersamaan dan toleransi, serta menjaga stabilitas dan persatuan di tengah masyarakat.(ra)