Beranda>Berita Terbaru
Cegah Pernikahan Dini, KUA Sangatta Utara Hadirkan BRUS untuk Pelajar
[INFORMASI PUBLIK]
Beranda>Berita Terbaru
Cegah Pernikahan Dini, KUA Sangatta Utara Hadirkan BRUS untuk Pelajar
[INFORMASI PUBLIK]
KUTIM (HUMAS) - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sangatta Utara terus mengintensifkan pelaksanaan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sebagai upaya pencegahan pernikahan dini. Setelah dilaksanakan di SMK Nurul Hikmah pada Selasa (16/12/2025), BRUS kembali digelar di SMK Muhammadiyah Sangatta Utara pada Rabu (17/12/2025). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pelajar tentang kesiapan berumah tangga, kesehatan reproduksi remaja, serta perencanaan masa depan guna mencegah pernikahan dini dan menekan angka stunting.
Kegiatan BRUS tersebut diikuti oleh siswa-siswi dari masing-masing sekolah dengan jumlah peserta sekitar 100 orang di setiap lokasi. Kegiatan ini menghadirkan tiga materi utama dari lintas sektor, yaitu kesehatan reproduksi remaja yang disampaikan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas, Generasi Berencana (Genre) dari DPPKB Kabupaten Kutai Timur, serta materi pernikahan dini dan dampaknya yang disampaikan oleh KUA Sangatta Utara, sebagai upaya membekali remaja dalam merencanakan masa depan secara matang.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Timur, Akhmad Berkati, S.H.I., M.H., menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan BRUS oleh KUA Sangatta Utara serta berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan oleh seluruh KUA di Kutai Timur sebagai upaya bersama dalam mencegah pernikahan dini dan memperkuat ketahanan keluarga sejak usia sekolah.
Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Kutai Timur, H. Sarifuddin Nuur, S.Ag., M.H., turut hadir dan memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan BRUS saat kegiatan berlangsung di SMK Nurul Hikmah pada Selasa (16/12/2025). Ia menegaskan bahwa program BRUS memiliki peran strategis bagi generasi muda.
“Kegiatan BRUS ini tidak hanya memberikan kepastian dan pemahaman kepada remaja terkait masa depan dan pernikahan, tetapi juga dapat berkontribusi menurunkan angka stunting. Salah satu faktor penyebab stunting adalah pernikahan dini atau pernikahan di usia muda,” ujar Sarifuddin Nuur.
Kemenag Kutai Timur mendukung penuh pelaksanaan BRUS sebagai bagian dari upaya pembinaan remaja dan penguatan ketahanan keluarga sejak dini. Melalui BRUS, remaja diharapkan mampu memahami risiko pernikahan dini, mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan ekonomi, serta merencanakan kehidupan berkeluarga yang sehat dan berkualitas.
Dengan adanya kegiatan BRUS ini, KUA Sangatta Utara bersama Kemenag Kutai Timur berharap para pelajar memiliki wawasan yang lebih luas tentang perencanaan hidup, mampu menunda pernikahan hingga usia yang ideal, serta berkontribusi dalam menciptakan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting di masa depan.(RA)