Beranda>Berita Terbaru
KUA Sangkulirang Perkuat Peran Lewat BRUS di MA Nurussa’adah
[INFORASI PUBLIK]
Beranda>Berita Terbaru
KUA Sangkulirang Perkuat Peran Lewat BRUS di MA Nurussa’adah
[INFORASI PUBLIK]
KUTIM (HUMAS) - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sangkulirang melaksanakan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang dirangkaikan dengan Kegiatan Pembinaan Moral Remaja di Madrasah Aliyah (MA) Nurussa’adah Sangkulirang pada 21–22 April 2026. Kegiatan ini diikuti puluhan siswa sebagai bagian dari upaya pembinaan generasi muda sejak usia sekolah.
Selama dua hari pelaksanaan, para siswa mendapatkan materi yang dikemas secara interaktif dan kontekstual. Tidak hanya memahami konsep dasar, mereka juga diajak mengenali diri, membangun karakter, serta merancang masa depan secara lebih matang. Proses pembelajaran berlangsung dinamis melalui dialog, refleksi, dan berbagi pengalaman, sehingga mendorong siswa lebih terbuka dalam memahami tantangan yang mereka hadapi sehari-hari.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran KUA di tengah masyarakat, khususnya bagi kalangan pelajar. Melalui BRUS dan pembinaan moral remaja, KUA hadir tidak hanya dalam urusan pernikahan, tetapi juga sebagai mitra pembinaan yang mendampingi remaja dalam proses tumbuh kembang dan penguatan nilai kehidupan.
Pelaksanaan BRUS mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 1012 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Bimbingan Pranikah bagi Remaja Usia Sekolah, sebagai langkah preventif dalam menekan angka perkawinan usia anak dan berbagai risiko sosial di kalangan remaja.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kutai Timur, Akhmad Berkati, S.H.I., M.H. memberikan dukungan terhadap kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan pembinaan umat melalui pendekatan yang menyentuh generasi muda secara langsung.
Senada, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kutai Timur menegaskan bahwa BRUS menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan pernikahan usia dini di kalangan remaja. “Melalui kegiatan ini, remaja dibekali pemahaman agar tidak terburu-buru mengambil keputusan menikah, sekaligus diarahkan untuk fokus pada pendidikan, pengembangan diri, dan perencanaan masa depan yang lebih matang,” ujarnya.
Dengan pendekatan yang lebih komunikatif dan menyentuh realitas remaja, kegiatan ini diharapkan mampu meninggalkan dampak jangka panjang, sekaligus memperkuat peran Kemenag Kutim melalui KUA sebagai garda terdepan dalam pembinaan kehidupan keagamaan di masyarakat.Ra