Beranda>Berita Terbaru
Hadiri Rakor Kutai Timur, Kemenag Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang Nyepi & Idul Fitri
[INFORASI PUBLIK]
Beranda>Berita Terbaru
Hadiri Rakor Kutai Timur, Kemenag Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang Nyepi & Idul Fitri
[INFORASI PUBLIK]
Sangatta (HUMAS) - KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama jajaran terkait menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Forum lintas sektoral pada Kamis (12/3/2026). Pertemuan strategis ini difokuskan pada persiapan dan penjagaan kondusivitas wilayah menjelang peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang bertepatan dengan penghujung bulan suci Ramadan pada 19 Maret 2026.
Rapat yang berlangsung di ruang rapat pemerintahan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Kutai Timur, yakni Kepala Sub Bagian Tata Usaha, H. Abdul Latif S.HI, M.H. Kehadiran perwakilan instansi agama ini ditujukan untuk mematangkan langkah-langkah terkait penguatan kerukunan dan toleransi beragama di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam pertemuan ini, dihasilkan kesepakatan berupa imbauan bagi umat Islam untuk senantiasa menghormati pelaksanaan Hari Suci Nyepi umat Hindu. Langkah penguatan toleransi ini mencakup upaya kolektif dalam menjaga ketertiban, ketenangan, serta menciptakan suasana lingkungan yang kondusif.
Selain itu, rakor ini juga membahas penyesuaian teknis untuk pelaksanaan kegiatan ibadah dan syiar Ramadan di masjid, musala, maupun ruang terbuka. Penyesuaian tersebut diberlakukan agar berbagai aktivitas keagamaan umat Islam tetap berjalan lancar tanpa mengganggu kekhusyukan umat Hindu yang sedang menjalankan ibadah Catur Brata Penyepian.
Kesepakatan lainnya menitikberatkan pada pentingnya mengedepankan sikap saling menghargai, toleransi, dan persaudaraan kebangsaan antarwarga. Sikap tenggang rasa di tengah masyarakat ini diposisikan sebagai wujud nyata dari implementasi ajaran agama Islam dengan prinsip rahmatan lil 'alamin atau pembawa rahmat bagi seluruh alam semesta.
Melalui sinergi lintas instansi dalam rapat koordinasi ini, seluruh lapisan masyarakat di Kutai Timur diharapkan dapat menjalankan ibadahnya masing-masing dengan aman dan damai. Pemahaman kolektif mengenai batas-batas sosial dan sikap saling menghormati ini menjadi kunci utama dalam merawat keberagaman serta keharmonisan di daerah tersebut. Iqb