Beranda>Berita Terbaru
Rakernas Ditjen Bimas Islam 2026 Jadi Penguat Arah Layanan Bimas Islam di Kutai Timur
[INFORMASI PUBLIK]
Beranda>Berita Terbaru
Rakernas Ditjen Bimas Islam 2026 Jadi Penguat Arah Layanan Bimas Islam di Kutai Timur
[INFORMASI PUBLIK]
KUTIM (HUMAS) - Sangatta, 23 Januari 2026 — Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Timur mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting. Keikutsertaan ini menjadi bentuk dukungan aktif sekaligus komitmen Bimas Islam daerah dalam menyelaraskan program dan kebijakan dengan arah pembangunan nasional.
Rakernas Ditjen Bimas Islam Tahun 2026 ini mengusung tema “Menyiapkan dan Melayani Umat Masa Depan” dengan tagline “Terwujudnya Implementasi Perilaku Ekoteologis di Masyarakat”, yang dilaksanakan pada Kamis hingga Jumat, 22–23 Januari. Tema tersebut menegaskan arah Bimas Islam untuk memperkuat pelayanan umat yang adaptif terhadap tantangan zaman, sekaligus mendorong kesadaran dan praktik keagamaan yang ramah lingkungan serta berkelanjutan di tengah masyarakat.
Melalui Rakernas ini, Bimas Islam didorong agar seluruh program dan kebijakan yang dijalankan sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Asta Protas Menteri Agama. Agenda Rakernas diisi dengan diskusi panel serta pemaparan rencana aksi, guna memastikan keselarasan langkah antara pusat dan daerah serta menghadirkan layanan keagamaan yang benar-benar berdampak.
Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Menteri Agama Dr. H. Muhammad Syafi'i, SH, M.Hum, menegaskan posisi strategis Bimas Islam dalam pembangunan bangsa. Ia mengapresiasi kinerja Bimas Islam sekaligus mengingatkan pentingnya memastikan setiap program benar-benar berdampak pada perubahan perilaku umat. Wamenag juga menekankan peran KUA sebagai wajah Bimas Islam yang paling dekat dengan masyarakat, serta pentingnya penguatan data untuk memetakan persoalan keagamaan secara tepat.
Sementara itu, pada penutupan Rakernas, Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, menyampaikan capaian positif berupa penurunan angka perceraian dan perkawinan anak, serta meningkatnya angka perkawinan. Namun, ia menyoroti tantangan menurunnya minat menikah secara global dan menegaskan pentingnya penguatan moderasi beragama dengan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam pembangunan dan pemberdayaan umat.
Menanggapi pelaksanaan Rakernas tersebut, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Kutai Timur, H. Sarifuddin Nuur, S.Ag., M.H., menyatakan dukungan dan komitmennya untuk menyelaraskan program Bimas Islam daerah dengan kebijakan nasional agar berdampak nyata bagi umat. Ia menegaskan kesiapan jajarannya menindaklanjuti rencana aksi Rakernas, khususnya dalam memperkuat peran KUA sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan yang dekat, responsif, dan berintegritas.
“Rakernas ini menjadi penguatan bagi kami di daerah untuk memastikan program Bimas Islam selaras dengan kebijakan nasional dan benar-benar berdampak bagi umat,” ujarnya.
Melalui keikutsertaan dalam Rakernas Bimas Islam ini, Seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Kutai Timur optimistis dapat terus memperkuat sinergi antara pusat dan daerah dalam menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif, moderat, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kutai Timur.(Ra)